Pages

Blogroll


I made this widget at MyFlashFetish.com.

Jumat, 30 Desember 2011

Etika Pengendara Motor Metropolitan


Pernahkah anda lihat bagaimana sebagian pengendara sepeda motor berkendara? Jika iya, kira-kira apa pendapat anda? Ugal-ugalan,tidak tertib dan main serobot kah? Menurut saya seperti itulah sifat pengendara motor kita. Tidak heran angka kecelakaan sepeda motor jauh meninggalkan moda transportasi yang lain. Etika pengendara telah hilang. Anda bisa lihat banyak pengendara sepeda motor yang tidak tertib, misalnya dengan menerobos lampu merah, melaju di jalur yang berlawanan atau bahkan memutar balik di tempat yang tidak seharusnya. Mereka selalu ingin paling depan di lampu merah, bahkan melalaikan garis putih di persimpangan lampu lalu lintas. Ini semua membuat pengemudi moda transportasi lain menjadi tidak aman dan nyaman. Bagaimana mengatasinya?

Pertama, pemerintah haruslah mengurangi laju pertumbuhan sepeda motor. Dengan mengurangi tingkat pertumbuhan, otomatis segala hal negatif di dalamnya dapat diredam. Sepeda motor adalah moda transportasi yang paling tinggi tingkat pertumbuhannya dibandingkan moda transposrtasi lain. Setiap tahun pertumbuhan sepeda motor bisa hampir 100%. Hal ini karena pemerintah lalai dalam membuat sebuah moda transportasi umum yang bisa mengangkut banyak orang sehingga banyak masyarakat yang lari ke moda angkutan roda dua. Buatlah angkutan yang baik untuk masyarakat sehingga laju kecelakaan akibat sepeda motor pun akan berkurang atau mungkin bisa dihentikan.

Kedua, Perbanyak petugas di lapangan. Saya sering sekali melihat kurangnya petugas di lapangan. Hal ini diperparah oleh rusaknya etika pengendara sehingga makin kacaulah keadaan jalanan. Kebut-kebutan tak terhindarkan dan tentu saja nyawalah taruhannya. Tidak hanya keamanan pengendara tersebut, tetapi juga kenyamanan pengendara lain yang sangat terganggu oleh pengendara lain yang tak bertanggung jawab.

Ketiga, pemerintah haruslah bisa menyosialisasikan pentingnya berkendara dengan aman. Pentingnya berhelm standar tinggi dan berboncengan yang melebihi kapasitas harus ditindak dengan tegas. Keselamatan adalah nomor satu dan proritas utama. Tidak ada toleransi. Misalnya dengan mengendarai barang melebihi kapasitas atau membonceng lebih dari satu orang. Hal ini sering sekali menyebabkan kecelakaan baik korban jiwa maupun harta. Parahnya, kadang polisi atau petugas mengaggap hal ini biasa dan wajar. Padahal, korban biasa datang dari hal seperti ini.

Intinya, wajah jalanan kita haruslah diperbaiki. Tindak segala pelanggar lalu lintas sehingga etika dan kecelakaan berlalu lintas bisa terjaga dengan baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar