Pages

Blogroll


I made this widget at MyFlashFetish.com.

Sabtu, 17 Desember 2011

TAJDID (Pembaharuan Islam)


Dalam istilah Arab, pembaharuan dikenal dengan nama Tajdid. Adapun secara istilah, Tajdid diartikan sebagai upaya dan aktivitas untuk mengubah kehidupan umat islam dari keadaan yang sedang berlangsung kepada keadaan yang hendak diwujudkan demi upaya kesejahteraan (kemaslahatan hidup), baik di dunia maupun di akherat yang dikehandaki oleh Islam.
Kata pembaruan islam mempunyai makna ‘’modernisasi’’, yaitu ajaran islam yang bersifat relatif dan terbuka untuk pembaharuan serta perubahan.
Tajdid secara harfiah berarti pembaharuan, pelakunya disebut Mujaddin.sedangkan menurut istilah berarti pembaruan dalam keberagaman, baik berbentuk  pemikiran maupun gerakan sebagai reaksi terhadap tantangan-tantangan internal/eksternal yang menyangkut keyakinan dan urusan sosial umat. Namun, istilah itu baru tersiar dan populer setalah timbul pemikiran dan gerakan dalam islam sebagai hasil kontak yang terjadi antara Islam dan Barat.
Adapun tokoh-tokoh yang mempelopori gerakan pembaruan antara lain : Muhammad Bin Abdul Wahhab ,Syah  Waliyulloh, Sultan Mahmud II, Muhammad Ali Pasha, At-Tahtawi, Jamaluddin al-Afghani, Muhammad Abduh, Muhammad Rasyid Ridha, Sayyid Ahmad Khan, dan Muhammad Iqbal.

v  Muhammad Bin Abdul Wahhab (1703-1778 M)
Lahir di Uyainah, Nejd, Arab Saudi tanhun 1703 M, berasal dari keluarga yang saleh. Beliau memiliki ide pembaharuan yang dikenal dengan Gerakan Wahhabi. Timbulnya gerakan ini tidak lepas dari kondisi umat Islam saat itu, yakni:
1.      Secara politik, Islam mengalami kemunduran.
2.      Adanya penurunan semangat dalam pemahaman Al Qur’an.
3.      Tauhid yang diajarkan Nabi Muhammad SAW. dirusak oleh perbuatan syirik.
4.      Kota Makkah dan Madinah menjadi tempat yang penuh dengan penyimpangan akidah.
Gerakan Wahhabi berhasil berkat bantuan Muhammad Ibnu Saud yang kemudian mendirikan kerajaan. Ide-ide pemikiran Muhammad bin Abdul Wahhab antara lain:
1.      Al Quran dan Al Hadits adalah sumber asli ajaran Islam, sedangkan pendapat ulama bukan sumber ajaran Islam.
2.      Taklid pada ulama tidak dibenarkan.
3.      Pintu ijtihad tetap terbuka.

v  Syah Waliyullah (1703-1762 M)
Beliau lahir di New Delhi, 21 Februari 1703 M. Beliau memiliki sililah sampai kepada Umar bin Khathab ra., sehingga dibelakang namanya sering ditambah al-Umari atau al-Faruqi. Karya-karyanya antara lain:
1.      Hujjatul Balighah
2.      Fuyud al-Haramain
3.      Al-Fauzul Kabir fi Uslulit Tafsir
4.      Menerjemahkan Al Quran dalam bahasa Persia
Beliau berpendapat bahwa kemunduran umat Islam, di India khususnya dan di dunia pada umumnya, disebabkan:
1.      Perubahan sistem pemerintahan Islam dari kekhalifahan menjadi kerajaan.
2.      Sistem demokrasi dalam kekhalifahan diganti dengan sistem monarki absolut.
3.      Perpecahan umat Islam karena pertentangan aliran dalam Islam
4.      Adat-istiadat dan ajaran Islam masuk dalam keyakinan umat Islam.

v  Sultan Mahmud II (1785-1839 M)
Beliau lahir pada tahun 1785 M, diangkat menjadi khalifah tahun 1807 M. Ide pembaharuannya antara lain:
1.      Menerapkan demokrasi dalam pemerintahannya.
2.      Menghapuskan pengkultusan sultan yang dianggap suci.
3.      Memasukkan kurikulum umum kedalam lembaga-lembaga pendidikan madrasah.
4.      Mendirikan sekolah kedokteran, militer, dan teknik.

v  Muhammad Ali Pasha (1765-1849 M)
Beliau lahir di Kawala, tahun 1765 M. Beliau berusaha untuk memperbaharui kondisi umat Islam yang tertinggal dari negeri Barat. Upaya yang dilakukan adalah:
1.      Dalam bidang militer, beliau mengundang perwira tinggi Perancis untuk melatih tentara Mesir.
2.      Dalam bidang pendidikan, beliau mendirikan sekolah di berbagai bidang ilmu pengetahuan dan mengirimkan pelajar ke Perancis untuk belajar sains dan teknologi.
3.      Dalam bidang ekonomi, mengambil alih kepemilikan tanah oleh negara dan hasilnya untuk kepentingan rakyat dan juga membangun sistem irigasi.

v  At-Tahtawi (1801-1873 M)
Nama lengkapnya Rifa’ah Badawi Rafi’ at-Tahtawi. Beliau lahir di Tahta tahun 1801 M, dan meninggal di Mesir tahun 1873 M. Atas dorngan gurunya (al-Attar) dan kesempatan yang diberikan oleh Muhammad Ali Pasha, beliau belajar di Perancis dan menjadi imam para pelajar Mesir di Perancis. Beliau dipercaya mendirikan sekolah penerjemah tahun 1836 dan aktif menulis di koran al-Waqal al-Midhriyah. Ide pemikiran tentang pembaharuannya antara lain:
1.      Ajaran Islam tidak hanya mementingkan soal akhirat, melainkan juga soal hidup di dunia.
2.      Kekuasaan raja yang absolut harus dibatasi oleh syariat dan raja harus bermusyawarah dengan para ulama dan kaum intelektual.
3.      Para ulama harus belajar filsafat dan ilmu pengetahuan modern agar syariat dapat menyesuaikan.
4.      Pendidikan harus bersifat universal.
5.      Umat Islam harus dinamis dan meninggalkan sifat statis.

v  Jamaluddin al-Afghani (1839-1897 M)
Beliau lahir di Asadabad tahun 1839 dan wafat di Istanbul, Turki tahun 1897. Beliau bergelar sayyid karena keturunan Husain bin Ali bin Abi Thalib ra.. Beliau menerangkan tentang pentingnya agama Islam yang dibutuhkan manusia, karena mengandung keistimewaan yang tidak dimiliki agama lain, yaitu:
1.      Membersihkan akal dengan tauhid dari segala keraguan.
2.      Menghapuskan paham yang mengultuskan seseorang.
3.      Akidah Islam didasarkan pada fitrah, bukan hanya taklid.
4.      Mengajak umatnya untuk selalu kembali pada kebenaran dan mencegah dari kemungkaran.
Ide pemikiran al-Afghani adalah:
1.      Kemunduran umat Islam karena umat Islam meninggalkan ajaran Islam dan akhlak, serta melupakan ilmu pengetahuan. Umat Islam terpengaruh oleh sifat statis, berpegang pada taklid, bersifat fatalis, dan kesatuan umat Islam terpecah.
2.      Untuk mengembalikan kejayaan umat Islam dan menghadapi dunia modern, umat Islam harus kembail pada ajaran Islam yang murni dan Islam harus dipahami dengan akal dan kebebasan.
3.      Corak pemerintahan otokrasi dan absolut harus diganti dengan pemerintahan demokratis.

v  Muhammad Abduh (1849-1905 M)
Beliau lahir di Mesir tahun 1849. Beliau seorang pemikir, teolog, dan mujaddin di Mesir. Silsilah keturunannya bersambung dengan Umar bin Khathab ra.. Beliau berpendapat bahwa kemunduran umat Islam karena umat Islam menganut paham jumud, keadaan statis, tidak ada perubahan, dan berpegang pada tradisi. Ide pembaharuannya adalah:
1.      Pembukaan pintu ijtihad adalah dasar dalam menafsirkan kembali ajaran Islam.
2.      Perlawanan terhadap taklid dan madzab, serta pembebasan umat Islam dengan teologi kaum Jabariyah.
3.      Penghargaan terhadap akal, Islam adalah agama rasional, yang sejalan dengan akal sebab dengan akal, ilmu pengetahuan akan maju.
4.      Perlawanan terhadap buku-buku tendensius untuk diperbaiki dan disesuaikan dengan pemikiran rasional.
5.      Modernisasi sistem pendidikan Al-Azhar yang merupakan jantung umat Islam.
6.      Kekuatan negara harus dibatasi oleh konstitusi yang telah dibuat negara

v  Muhammad Rasyid Ridha (1865-1935 M)
Beliau lahir di Qalamun, 23 September 1835. Beliau dibesarkan di lingkungan keluarga terhormat dan taat beragama, serta silsilahnya bersambung kepada Nabi Muhammad SAW. melalui garis keturunan Husain bin Ali bin Abi Thalib ra.. Beliau mengikuti perkembangan Islam melalui surat kabar Al-‘Urwatul Wusqa pimpinan Jamaluddin al-Afghani dan Muhammad Abduh. Muahmmad Rasyid Ridha memandang perlu adanya tafsir Al-Quran modern, yaitu penafsiran yang sesuai dengan ide dan cetusan gurunya. Karya tafsir Muhammad Abduh dikumpulkannya dan setelah Muhammad Abduh meninggal, penafsirannya dilanjutkan oleh Muhammad Rasyid Ridha yang kemudian dikenal dengan Tafsir Al-Manar. Tafsir ini menekankan pada aspek-aspek sastra budaya dan sosial yang dikategorikan sebagai tafsir tematik sistematis dalam menafsirkan ayat-ayat. Tujuannya adalah menginterpretasikan ayat-ayat Al-Quran dengan sunatullah dan aturan hidup masyarakat untuk memecahkan problematika umat Islam khususnya dan umat manusia umumnya. Corak penafsirannya adalah:
1.      Setiap surat merupakan kesatuan integral yang ayat-ayatnya memiliki hubungan yang serasi.
2.      Menggunakan daya fikir dan nalar, serta metode ilmiah dalam pemahaman Al-Quran.
3.      Tidak menjelaskan masalah yang mubham (yang tidak jelas hakikatnya dalam Al-Quran).
Ide pembaharuannya antara lain:
1.      Kemunduran umat Islam karena adanya tahayul, bid’ah, dan khurafat yang masuk dalam ajaran Islam.
2.      Sikap aktif dan dinamis harus ditumbuhkan dan untuk maju, umat Islam harus menguasai sains dan teknologi.
3.      Umat Islam harus meninggalkan pemikiran kaum Jabariyah.
4.      Akal dapat digunakan untuk menafsirkan Al-Qur’an dan Al-Hadits.
5.      Sistem pemerintahan khalifah perlu dihidupkan kembali, yaitu penguasa yang mengurusi bidang agama dan politik di dunia Islam.

v  Sayyid Ahmad Khan
Beliau lahir di New Delhi, 17 Oktober 1817. Karena menyelamatkan orang-orang Inggris dalam pemberontakan tahun 1857, Beliau mendapat gelar Sir. Beliau meyakinkan pemerintahan Inggris bahwa dalam pemberontakan itu, umat Islam tidak terlibat. Gerakan pembaharuannya adalah lanjutan dari gerakan yang dipimpin oleh Syah Waliyullah dan mewujudkan ide-idenya dengan menerbitkan majalah Tahdibul Akhlaq yang terbit pertama kali pada tanggal 24 Desember 1870. Dengan majalah tersebut, beliau mengampanyekan untuk meningkatkan moral dan tingkah laku umat Islam di India dan mengkritik semua adat kebiasaan yang menghambat kemajuan rakyat dan menyadarkan umat Islam India dari kemunduran serta kehancuran moral dan intelektualnya. Ide pembaharuannya antara lain:
1.      Kemunduran umat Islam disebabkan tidak mengikuti perkembangan jaman dan kurang menguasai sains dan teknologi.
2.      Akal mempunyai peranan penting, namun kekuatannya terbatas. Beliau menganut paham qadariyah (free will and free act), manusia diberi daya fikir dan daya fisik untuk mewujudkan kehendaknya.
3.      Sumber ajaran Islam hanyalah Alquran dan Hadits
4.      Beliau menentang taklid dan perlu adanya ijtihad sehingga umat Islam dapat berkembang.
5.      Untuk mengubah pola pikir umat Islam dari keterbelakangan adalah dengan pendidikan.

v  Muhammad Iqbal (1876-1938 M)
Beliau lahir di Sialkat, Punjab, India, tanggal 22 Februari 1873. Beliau seorang penyair, filsuf, dan mujaddin. Pada tahun 1908, beliau membuka praktik sebagai pengacara dan sebagai dosen filsafat dan pernah menjadi Presiden Liga Muslim pada tahun 1938. Ide pembaharuannya antara lain:
1.      Ijtihad memiliki kedudukan penting dalam pembaharuan Islam, dan pintu ijtihad tetap terbuka.
2.      Umat Islam perlu mengembangkan sikap dinamisme.
3.      Kemunduran umat Islam disebabkan kejumudan (kebekuan) dalam berfikir.
4.      Hukum Islam tidak bersifat statis , tetapi berkembang sesuai dengan perkembangan zaman.
5.      Umat Islam harus menguasai sains dan teknologi yang dimiliki Barat.
Nilai Positif Gerakan Pembaharuan Islam
Nilai positif gerakan pembaharuan Islam yaitu:
1)      Nilai Persatuan
2)      Nilai Solidaritas
3)      Nilai Pembaruan
4)      Nilai Jihad
5)      Nilai Kemerdekaan
Pembaharuan dalam Islam merupakan jawaban yang ditujukan terhadap krisis yang dihadapi umat Islam pada masanya. Kemunduran Kerajaan Usmani sebagai pemangku khilafah Islam setelah abad ke 17 M, telah melahirkan kebangkitan Islam di kalangan warga Arab. Yang terpenting ialah gerakan Wahhabi, sebuah gerakan reformis puritanis. Gerakan ini merupakan sarana yang menyiapkan jembatan ke arah pembaharuan Islam ke abad 20 yang lebih bersifat intelektual. Gerakan yang lahir di Timur Tengah itu telah memberi pengaruh  besar pada gerakan kebangkitan Islam di Indonesia. Berawal dari pembaharuan pemikiran dan pendidikan Islam  di Minangkabau yang disusul oleh pembaru pemikiran yang dilakukan oleh masyarakat Arab di Indonesia. Kebangkitan Islam di Indonesia makin berkembang dengan terbentuknya organisasi-organisasi sosial keagamaan seperti SDI di Solo (1911), Muhammadiyah di Yogyakarta (1912), Persis di Bandung (1923), dan NU di Surabaya (1926). Selanjutnya muncul partai-partai politik. Sementara itu, pendidikan yang didirikan Belanda, membuka mata kaum terpelajar akan kondisi masyarakat Indonesia. Pengetahuan mereka akan kemiskinan, kebodohan, dan ketertindasan masyarakat Indonesia, mendorong lahirnya organisasi-organisasi sosial seperti Budi Utomo dan Taman Siswa. Organisasi-organisasi sosial keagamaan Islam dan organisasi-organisasi kaum terpelajar diatas, menandakan tumbuhnya benih-benih nasionalisme dalam pengertian modern.
Secara umum, cita-cita gerakan pembaruan Islam di Indonesia antara lain sebagai berikut:
1)      Bidang akidah
2)      Bidang politik
3)      Bidang pendidikan
4)      Bidang ekonomi

Perkembangan Seni dan Budaya
Para ilmuwan Muslim banyak juga yang berkiprah dalam pengembangan seni arsitektur Islam, berupa bangunan masjid yang indah, seperti Masjid Sultan Muhammad Al Fatih, Masjid Sulaiman, dan Masjid Ayyub Al Anshari. Salah satu masjid yang terkenal dengan keindahan kaligrafinya adalah masjid yang awalnya berasal dari Gereja Hagia Sophia di Konstatinopel.
Budaya Islam pun tetap menjadi faktor pendorong dalam membentuk kehidupan manusia di muka bumi ini.
Toleransi beragama merupakan salah satu kebudayaan Islam dan tidak ada satupun ajaran Islam yang bersifat rasialisme. Dalam hal ini, agama yang ditegakkan Nabi Muhammad SAW. mengandung amanat yang mendorong kemajuan bagi seluruh umat manusia, khususnya umat Islam di dunia.
Sumber : LKS Agama Islam

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar